Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Sesuatu yang Terjadi

 Ini adalah kali pertama dalam hidup ku aku menghadapi seorang anak yang sangat disayangi orang tuanya. Suatu ketika saat kegiatan LDK, aku menegur anak itu dimuka umum. Sebab dia tidak memperhatikan aku berbicara dan tidak memiliki sikap yang baik. Kemudian dua hari setelahnya dia menghubungi ku, mengatakan kalau mamah nya marah karena aku mempermalukannya di muka umum. Kemudian dia berkata, "Mamah marah karena Teteh malu-maluin aku di muka umum. Ini baru pertama kali aku dimarahin mamah, sebelumnya enggak pernah sama sekali. Aku Enggak diperhatikan lagi sama mamah. Aku kangen perhatian mamah." Dia berkata kepada ku setelah dia bercerita kepada mamah nya.  "Kamu tahu enggak, kenapa saya negur kamu?" Dia menggeleng. "Enggak tahu, makanya aku bingung mau jawab apa pas itu. Aku juga pusing waktu itu." "Saya juga gak tahu kamu pusing, dan kamu gak tahu saya ngomong apa karena pusing, iyakan?" Dia diam.  Lalu aku mengatakan rentetan wejangan kepadany...

Gara-Gara Sean

 "Gue stress! Udah cukup semua ini! Gue butuh healing!" Gimana enggak stress coba, dari pagi otak gue kerja terus tanpa henti. Dimulai dari bangun tidur, gue udah diteriakin sama mama buat bangun dan beresin rumah sebelum berangkat sekolah. Kemudian tiba di sekolah gue didatangi walikelas dan diminta untuk membagikan formulir surat undangan orang tua, dan dia minta jam istirahat nanti harus sudah dikumpulkan. Berhubung gue enggak bisa bagiin formulirnya langsung, karena gue harus ke ruang OSIS dulu untuk suatu urusan organisasi kemudian sepuluh menit sebelum bel gue ke ruang Pramuka untuk urusan organisasi juga. Ya, gue adalah seorang aktivis yang double organisasi dan kebetulan gue berada dalam posisi penting dikedua organisasi tersebut. Enggak penting-penting banget sih, cuma keberadaan gue dikedua organisasi itu cukup ... berpengaruh.  Maybe.  Setelah itu bel masuk bunyi, gue langsung masuk ke kelas dan langsung disambut ulangan matematika yang mampu membuat produksi a...

Twins Angel

 Anyyeong ... ketemu lagi sama gue Siara di blog ini. Semoga, kalian enggak bosen ya bacain blog gue terus. Eh, kok pakainya gue, biasanya, kan, aku-kamu? Hahaha, iya jadi gue menyesuaikan dengan cerita yang mau dibawakan. Dan kali ini ceritanya tentang cerita temen gue yang punya sepupu. Dan menurut gue, cerita temen gue itu tentang sepupunya sangatlah lucu dan menarik. Makanya, gue bagi itu bersama kalian. Oke, langsung saja.  Jadi gue punya temen, namanya Lala. Suatu ketika, saat gue datang ke sanggar Pramuka gue cerita tentang bagaimana susan senangnya menjadi seorang anak pertama sekaligus kakak. Di sana juga selain Lala, ada Sulis juga Yani. Mereka berdua menceritakan susah senangnya menjadi anak bungsu. Gimana sesaknya saat ditinggal sang kakak menikah dan gimana senengnya saat dapat duit dari kakak. Dan ketika si Lala cerita, dia bilang seperti ini, "Lah, lo semua enggak tahu aja kalau gue punya kakak sepupu kembar yang nyebelinnya minta ampun!" "Kenapa? Sepupu l...

Sebuah Fase

Sebelumnya dalam hidupku, aku tidak berpikir akan masuk ke dalam fase ini. Aku merasa bahwa semua orang menyebalkan. Semua orang membuat aku kesal, mereka mengira aku yang tidak-tidak, mengira aku ini dan mengira aku itu. Padahal, apa yang mereka katakan tidaklah benar. Aku jauh berbanding terbalik dari ucapan mereka. Tapi yang kulakukan adalah diam dan menerima itu. Bukankah seharusnya aku bersikap biasa bila tidak merasa melakukan seperti apa yang mereka ucapkan?  Selama ini aku berusaha tegar, aku ambisi. Ambisi ku ada ketika seseorang pernah bilang, "Jika ada masalah, carilah kesibukan lain." Aku bodoh, mempercayai hal itu. Awalnya memang manjur, tapi ke sini aku bertanya, "Kenapa itu kulakukan?" Aku jadi penuh ambisi, dan ambisi itu benar-benar membunuh ku.  Ketika sebuah benda dangan masa tertentu diberikan sebuah tekanan yang berlebihan, maka efeknya benda itu akan hancur. Jika diibaratkan, seperti itulah kehidupan manusia. Saat kecil kita berteman dekat, tap...

Dua Kubu

Pernah enggak, sih, suka dibanding-bandingkan? Suka diomongin yang enggak-enggak? Suka diomongin padahal kenyataannya enggak gitu? Ah, aku yakin pasti semua mengalami hal itu. Gimana perasaannya saat itu? Duh, jangan ditanya, deh. Kalau udah pernah rasain pasti jelasinnya panjang kali lebar. Kalau belum rasain akan aku kasih tahu. Rasanya tuh, kayak kalian naik rollercoaster dan saat wahana itu bergerak kalian takut terjatuh dari tempat duduk. Padahal sudah jelas-jelas kalian bakalan aman ditempat duduk itu. Kalian takut naiknya tapi kalian penasaran karena tantangan adrenalinnya. Kurang lebih seperti itu. Adakah pendapat kalian yang lain?  Jadi suatu ketika aku masuk sekolah, kebetulan aku adalah anak SMK. Waktu itu aku ada jadwal produktif. Setahun yang lalu saat aku duduk di bangku kelas 10 aku dilirik oleh guru-guru produktif keahlian ku karena kemampuan otak yang kumiliki. Namun ketika kelas 11 sekarang aku dilirik karena dirasa kemampuanku turun. Aku akui, potensi ku belajar ...

Buruk Rupa

 Selamat malam, aku menyapa kalian lagi setelah mendapat pengalaman hidupku yang menarik. Kali ini akan aku ceritakan  kejadian 3 hari yang lalu, dimana sesuatu hal terjadi yang membuat hidupku sangat kacau. Seseorang meletakkan sebuah barang yang hilang ke dalam tasku, entah siapa pelakunya aku tidak tahu. Mungkin dengan kalimat panjangku ini, dia membacanya. Dan berharap dia segera menuntaskan tanggung jawabnya. Dan untuk tersangka, jika seandainya bukan kamu pelakunya tidak perlu risau. Aku tidak akan mempermasalahkan itu, tidak usah tidak enak jika memang bukan kamu. Mari saling berpikir secara rasional.  Waktu itu aku begitu sibuk. Ah, memang setiap hari aku sibuk. Aku double organisasi yang mengharuskan aku bolak-balik ruangan sebanyak ribuan kali dalam satu hari. Singkat cerita, aku tidak tahu kejadian yang sesungguhnya seperti apa. Namun satu hal yang aku tahu, saat aku kembali dari organisasi ku yang satunya aku mendengar kabar bahwa ponsel Naila hilang. Karena a...