Sebuah Fase
Sebelumnya dalam hidupku, aku tidak berpikir akan masuk ke dalam fase ini. Aku merasa bahwa semua orang menyebalkan. Semua orang membuat aku kesal, mereka mengira aku yang tidak-tidak, mengira aku ini dan mengira aku itu. Padahal, apa yang mereka katakan tidaklah benar. Aku jauh berbanding terbalik dari ucapan mereka. Tapi yang kulakukan adalah diam dan menerima itu. Bukankah seharusnya aku bersikap biasa bila tidak merasa melakukan seperti apa yang mereka ucapkan?
Selama ini aku berusaha tegar, aku ambisi. Ambisi ku ada ketika seseorang pernah bilang, "Jika ada masalah, carilah kesibukan lain." Aku bodoh, mempercayai hal itu. Awalnya memang manjur, tapi ke sini aku bertanya, "Kenapa itu kulakukan?" Aku jadi penuh ambisi, dan ambisi itu benar-benar membunuh ku.
Ketika sebuah benda dangan masa tertentu diberikan sebuah tekanan yang berlebihan, maka efeknya benda itu akan hancur. Jika diibaratkan, seperti itulah kehidupan manusia. Saat kecil kita berteman dekat, tapi ketika dewasa kita seolah menjelma jadi musuh bebuyutan. Waktu kecil kita saling berbagi tentang masa depan, ketika dewasa kita berbagi masalah nasib.
Apakah benar, bahwa semesta benar-benar mempermainkan kita? Itu bagus, kita akan selangkah lebih baik dari sebelumnya. Bagaimanapun pahitnya kopi, ketika meminumnya ada sensasi tersendiri. Begitupun kehidupan, seberapa pahitnya kita menjalaninya dengan hal yang luar biasa. Extraordinary, benar-benar bangga kepada diri kita ketika berhasil melewati jembatan api.
Kita tidak pernah tahu hari esok akan seperti apa. Jalani, nikmati, syukuri. Apapun itu terimalah dengan hati yang lapang lalu hadapi degan hati yang tegar. Kemudian percayalah, bahwa Tuhan akan memberikan hadiah kepada kalian.
Menangislah jika ingin. Marahlah jika ingin. Jangan sepertiku yang menahan keduanya, jangan mencari penyakit, itu akan merugikan mu sendiri. Ingatlah, bahwa penyesalan akan selalu ada. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan.
Ini hidup mu.
Aku selalu menahan nangis dan amarah. Entahlah, apa yang akan aku tanggung ke depannya jika melakukan itu. Yang kudengar, orang yang menahan tangis akan terserah tumor otak sehingga fungsi otak yang menurun. Dan orang yang menahan amarah, kudengar dia bisa mengidap skizofrenia. Dan aku harap, tidak merasakan itu. Menikmati dunia yang pahit adalah hal yang luar biasa. Aku mencintai itu.
Kamis, 04 November 2021.
Siara.
Hari ini berat, sama seperti hari -hari yang lalu. Yang selalu ku tanam dalam alam bawah sadar adalah, setiap lelah, sakit, dan semua tekanan yang diri ini lalui akan sampai pada puncak yang selalu digadang-gadang.
BalasHapusUntuk kamu, Sang penulis hebat. Semoga hari-harimu disertai senyuman dan rasa nyaman.
Jiwamu kuat, dirimu hebat.
Fasemu pahit tapi tujuanmu seperti langit.
-Sepenggal kalimat tak beraturan dari aku yang mengagumi karyamu-