Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

New Year, New Life, and New Love

 Ada banyak hal yang terjadi, yang telah gue lalui dengan banyak mengeluh. Setahun terakhir ini gue benar-benar menikmati kehidupan, menikmati manis dan pahitnya. Gue adalah seorang barista tahun ini. Yang menakar kopi apakah harus berakhir manis, pahit, atau justru hambar. Huft, mengingat setahun ke belakang rasanya gue pengen ketawa, deh. Tapi gue enggak mau ketawa sendiri, gue mau ketawa bareng kalian yang baca ini sambil bilang, "Kamu orang hebat, kamu bisa melewati masalah itu. Dan lihatlah sekarang, kamu seorang pemenang." Sambil melakukan metode butterfly hug.  Udah dilakuin belum?  Kalau udah, gue lanjut, nih.  Jadi gue merasa hidup gue setahun ini luar biasa. Gue banyak melewati jalan. Melewati lika-liku dan luka kehidupan. Sensasinya tuh melebihi lo naik rollercoaster. Kadang gue merasa bahagia, sedih, kesal, dan bahkan perasaan itu jadi satu, nyampur dalam diri gue yang rasanya saat itu gue pengen makan manusia.  Gue pernah tanya ke diri gue sendiri, ...

Lara dan Bahagia

Lara dan bahagia Kalau berbicara soal perasaan, gue akan simpulkan dalam satu kata yaitu ribet.  Ya, perasaan itu ribet. Padahal udah tahu langkah apa yang harus diambil, tapi tetep aja ngerasa kek bimbang. Antara lo mau bertahan, atau melepas. Antara harus maju berjuang atau mundur perlahan. Harusnya kalau lo tahu si doi enggak suka sama lo atau merasa insecure sama diri lo sendiri, atau mungkin merasa kalau lo kalah telak dan enggak bisa dapetin hati doi. Lo harusnya mundur, lo enggak bisa dapetin hati dia. Tapi di sisi lain lo cinta sama dia, lo sayang sama dia, lo merasa kalau dia itu adalah dunia lo, lo beneran enggak rela kalau jauh sama dia. Dan sampai akhirnya keputusan akhir lo adalah melupakan. Hey, You don't have to forget everyone just because you're hurt because of him. Justru rasa sakit yang lo rasain dari dia itu buat lo ngerti dan bertahan sampai sekarang. Dan gue ingetin, rasa sakit, bahagia, kesal, dan lainnya itu muncul dari diri lo, akibat diri lo sendiri gi...

My Feel

 Halo, selamat malam dan selamat membaca tulisan gue. Gue harap, kalian tidak bosan, ya, terus-terusan membaca tulisan gue. Gue berharap, tulisan gue tuh candu bagi kalian, hahaha....  Kali ini gue mau cerita soal gimana perasaan gue.  Entah kenapa mendekati akhir tahun gue tuh selalu kek ngerasa takut gitu. Takut dalam artian kalau ke depan itu jalannya udah pasti enggak mulus. Jadi gue sadar, artinya tahun depan itu bumi semakin tua, gue semakin tua, orang tua gue semakin tua, dan begitupun yang disekeliling gue, jadi waktu tuh tetep berjalan. Gue mikir, kalau semuanya semakin tua mereka enggak akan ada. Lalu siapa yang akan di sebelah gue kalau mereka enggak ada? Jalan di depan tuh udah pasti enggak mulus. Yang gua takutin tuh ketika gue membutuhkan tangan tapi enggak ada yang terulur. Gue butuh orang yang bisa benerin jalan gue tapi enggak ada, sebab mereka udah enggak ada. Kenyataan pahit untuk itu tuh udah kerasa. Gue sadar kalau emang itu udah takdirnya, udah jalan...

Luka

Seseorang pasti pernah terluka dan seseorang pasti menyimpan sebuah luka. Luka yang tersimpan dalam hati, yang ingin dilupakan namun berakhir terpendam dan terlupakan. Kemudian kembali muncul oleh satu dorongan. Ya, hanya satu dorongan namun mampu membuat ribuan luka terkuak ke permukaan.  Nyatanya, sebuah luka memang tidak bisa disembuhkan ataupun dilupakan. Ibarat ia adalah pasir di dasar laut, terpendam dalam air. Kemudian kembali muncul saat ada ombak besar. Solusinya adalah berdamai. Pasir yang berdamai dengan air. Dan kamu yang berdamai dengan luka. Mengubah masalalu tidaklah bisa, lakukanlah perubahan di masadepan untuk masalalu. Kenangan pahit akan selamanya pahit, kenangan manis akan selamanya manis. Tak bisa kita ubah takdir, seberapa kerasnya kita berusaha. Karena jalan selalu maju, tidak ada jalan yang mundur. Hanya orang bodoh yang melakukannya.  Setiap luka harus diobati dan setiap keinginan harus terwujud. Belum ada kata terlambat selagi bisa menerimanya.  ...