New Year, New Life, and New Love

 Ada banyak hal yang terjadi, yang telah gue lalui dengan banyak mengeluh. Setahun terakhir ini gue benar-benar menikmati kehidupan, menikmati manis dan pahitnya. Gue adalah seorang barista tahun ini. Yang menakar kopi apakah harus berakhir manis, pahit, atau justru hambar. Huft, mengingat setahun ke belakang rasanya gue pengen ketawa, deh. Tapi gue enggak mau ketawa sendiri, gue mau ketawa bareng kalian yang baca ini sambil bilang, "Kamu orang hebat, kamu bisa melewati masalah itu. Dan lihatlah sekarang, kamu seorang pemenang." Sambil melakukan metode butterfly hug. 

Udah dilakuin belum? 

Kalau udah, gue lanjut, nih. 

Jadi gue merasa hidup gue setahun ini luar biasa. Gue banyak melewati jalan. Melewati lika-liku dan luka kehidupan. Sensasinya tuh melebihi lo naik rollercoaster. Kadang gue merasa bahagia, sedih, kesal, dan bahkan perasaan itu jadi satu, nyampur dalam diri gue yang rasanya saat itu gue pengen makan manusia. 

Gue pernah tanya ke diri gue sendiri, "Kenapa hidup gue gini banget? Kenapa gue enggak bisa melakukan hal yang gue suka? Kenapa rencana yang udah gue susun selalu gagal?" Dan berbagai pertanyaan dengan awalan kenapa itu muncul di benak gue. Pertanyaan yang harusnya enggak butuh jawaban dari orang lain. Jawaban itu ada di dalam diri kita sendiri.

Awal tahun gue merasa senang karena sekolah udah pelan-pelan tatap muka, pertemuan gue dengan teman kelas lebih intens, begitupun dengan guru. Jadwal produktif ada disetiap minggunya. Termasuk jadwal eskul. Gue rasa, di sini awal mula cerita gue yang terasa menegangkan sekaligus menyenangkan terjadi. Suatu ketika akhir bulan Februari gue pulang dari sekolah, dan saat itu gue lihat ada anak kucing jatuh di got. Awalnya gue gak peduli, karena pertama gue takut kucing dan kedua gue jijik. Tapi dengerin suara 'meong' nya dan matanya yang seolah bicara sama gue kalau dia minta tolong membuat gue akhirnya putar balik. 

Lubuk hati gue tersentuh. 

Gue menyelamatkan si kucing dari got pakai seonggok kayu. Karena gue enggak mau pakai tangan, selain karena jijik juga karena gue takut. Dengan banyak drama, gue akhirnya berhasil menyelamatkan si kucing. Dan kalian tahu gue bilang apa dalam hati? Gue bilang gini, "Ya Allah, semoga setelah menyelematkan kucing ini, hidup gue jauh lebih baik dan menemukan hal-hal yang hebat."

Dan doa gue sepertinya langsung didengar. Karena kalau aja gue enggak nylametin kucing itu, hidup gue lurus aja. Gue enggak bakal kepilih jadi pasukan paskat, latihan paskat selama 4 bulan tapi berujung gak jadi tampil karena PPKM (Asli gue gedek banget sama yang ini. Udah capek-capek latihan gak jadi tampil) terus gue enggak bakal rasain batal puasa karena latihan panas-panasan, bukber dikedua keluarga besar sekaligus, rangking 1, dirayain ultah ke-16, dapat kado, jadi ketua MPK, bahkan berakhir dengan suka sama lo (Mon maap). Dan berbagai banyak hal lainnya yang gak bisa gue ceritain secara rinci. Karena enggak cukup sehari atau semalaman. 

Awalnya gue mengeluh dalam menghadapi masalah, gue breakdown seperti remaja umumnya. Tapi kalau dipikir-pikir, setelah melewati masa itu lucu juga, ya? Gue bukan orang yang mudah menyerah, karena gue selalu ingat sama mimpi dan diri gue sendiri, karena itu acuan gue sampai bertahan sampai di sini. Tapi sesekali gue istirahat kalau lelah, lalu jalan lagi, lalu ngeluh lagi, istirahat lagi, lanjut lagi, ngeluh lagi, dan sampai akhirnya gue terbentuk menjadi pribadi yang beda dari yang lain. 

Gue mempelajari banyak hal setahun ke belakang. Soal hidup, realita, ekspektasi, keluarga, cinta, dan petualangan hidup lainnya. Huft, kalau gue ceritain bakal panjang, deh. Udahlah, gue langsung pada intinya aja. 

1. Evaluasi diri lo selama setahun ke belakang. Dan coba perbaiki itu di tahun depannya. 

2. Buat resolusi ditahun depan. Apa yang lo mau capai dan tentuin gimana caranya lo bisa capai itu. 

3. Tujuan. Lo bertahan karena tujuan dan diri lo sendiri. Enggak ada yang lain. Jadi, jalan menuju tujuan lo dan jangan noleh ke belakang kalau lo mau terus ke depan. 

Ingat, hidup perlu tujuan, perlu plan. Kalau lo mau jadi orang hebat ya lo harus lakuin hal hebat. Gimana mau jadi orang hebat kalau kerjaannya tiap hari rebahan, ngeluh, adu nasib, dan ngucapin janji yang ujungnya di mulut doang. 

So, nikmati tahun depan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai moment indah lo lewatkan begitu saja. Dan jangan sampai membiarkan kesempatan itu lewat gitu aja. 

Dan coba lo ingat, hal apa yang paling berharga lo dapatin di tahun ini. Kesedihan dan kebahagiaan apa yang lo dapat di tahun ini. Juga tentang tujuan lo di tahun ini apakah udah kecapai? 


31 Desember 2021


Lee Siara

Komentar

  1. Tahun 2020 adalah tahun dimana gue bener-bener hancur. Dari awal tahun 2020 udah kehilangan sosok yang sangat berarti di kehidupan gue. Ditambah gue yang masih belum bisa apa-apa. Berusaha ikhlas menerima kenyataan pahit.

    Bagi gue, tahun 2020 adalah tahun terburuk yang pernah gue lalui sepanjang gue hidup. Tapi, tanpa tahun 2020. Mungkin gue g pernah merasakan hal yang begitu kejam sehingga gue bisa sekuat sekarang.
    And, semoga di tahun 2021 bisa membuat gue lebih semangat demi meraih sebuah harapan yang sangat mulia,yang beliau titipkan kepada saya.

    my dream is only to make those who have put their hopes happy and make myself a person who can't be separated from a smile.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TENTANG MEREKA

Salahkah bila kita menyerah?

Buruk Rupa