Postingan

For u

Hai, episode kali ini gue mau cerita. Gue enggak bermaksud apapun, gue hanya ingin mengeluarkan sampah pikiran gue. Gue enggak mu menumpuknya lama dan menyakiti diri gue sendiri. So, lets start! Gue punya temen, enggak usah sebut nama tapi gue pakai inisial aja. Langsung ke inti ceritanya aja, ya. Kemarin itu kan ada pengumuman hasil seleksi dari lemabaga pemagangan Jepang. Seleksinya sih dari Desember tahun lalu dan baru aja diumumin kemarin, janji 2 bulan eh... jadinya 6 bulan pengumuman. Nah gue tuh dari awal optimis dan yakin kalau gue bisa dan gue pasti lolos. dan benar aja, pas kemarin pengumuman nama gue ada didaftar yang otomatis gue lolos. Terus ada nih temen gue yang ngechat bilang, "Ra, kamu diterima. Aku enggak, sedih aku enggak diterima." Pas itu aku juga sedih sekaligus ya... seneng juga sih karena diterima. Sebagai teman dekat dan seperjungan waktu seleksi gue bisa ngerasain sedihnya dong, apalagi gue pernah kan ada diposisi kayak gitu. Gue bilang kan ke dia de...

Whats ur life?

Orang dewasa kerap kali ditakutkan oleh banyak hal, takut enggak bisa, takut gagal, takut enggak percaya diri, takut ketinggalan, dan berbagai macam takut lainnya. Padahal sewaktu kecil, kita ingin sekali cepat dewasa agar semuanya bisa kita lakukan sendiri. Tapi pada kenyataannya, dewasa tidak bisa sendiri, dewasa butuh teman untuk melangkah terus ke depan mecapai impian. Mau anak-anak, remaja, dewasa, orangtua, hingga lansia pun mereka tidak bisa benar-benar melakukannya sendiri. Kita butuh orang lain untuk hidup, pundak kita tidak sekuat yang kita kira rupanya. Anak muda jaman sekarang sudah punya planning massal untuk masa depan mereka. Usia 20 harus udah punya investasi, usia 25 harus udah nikah, usia 30 harus udah punya anak, dan lainnya. Sehingga kerap kali kita ditakutkan oleh pagi yang menagih akan janji itu. Dan kita berlomba, siapa yang lebih dulu sukses, siapa yang lebih dulu hidupnya enak, siapa yang lebih dulu memenuhi semua ekspektasi hidupnya. Dan saat itu kita lupa pad...

New Year and New Life

Besok tahun 2023, sebelum ku ucapkan kalimat penuh harapan, lebih dulu aku ucapkan terima kasih pada tahun 2022 yang memberiku banyak pelajaran. Ya, ada banyak hal yang tak terduga terjadi ditahun ini. Beberapa mimpi tanpa rencana justru terwujud. Beberapa perubahan tanpa ancang-ancang justru terjadi. Tahun ini mengejutkan sekaligus menyenangkan. Aku mengarungi tahun ini dengan penuh tangis dan tawa. Malam saat aku menangis dan pagi saat aku tertawa. Bukan aku yang memberi pelajaran pada hari-hari sesak, tapi hari-hari sesak itu yang mengajari ku. Tahun ini, aku lebih menikmati hidup, lebih selflove, bisa survive, dan tentunya grow up better. Perjalanan dimulai dari PKL, event OSIS dan Pramuka, sekolah offline, ikut lomba Pramuka, hujan-hujanan, nonton konser, hampir telat, kumpul sama temen, bisa quality time sama diri sendiri dan keluarga, dan banyak moment lainnya sampai tidak terasa kalau... ini sudah penghujung tahun. Tapi bukan berarti ini adalah akhir, ini adalah proses menuju p...

Menerima Kekurangan

 Tidak ada makhluk yang sempurna selain penciptanya sendiri. Setiap manusia punya kekurangan. Setiap manusia tidak bisa hidup sendiri. Yang jadi pertanyaan ialah, selama ini apakah kita menerima kekurangan orang lain? Lebih berat dari pertanyaan itu ialah, apakah kita benar-benar sudah menerima kekurangan itu?  Aku juga bukan manusia sempurna, tapi bukan berarti tak bisa menghadirkan sosok yang baik. Sebisa mungkin, manusia menunjukkan sisi baiknya sebagai daya tarik pada manusia lain. Kita hidup dengan banyak kekurangan. Kita hidup bersama orang yang punya kekurangan. Pernah bertanya dalam hati, sedekat ini hubungannya apakah dia menerima kekurangan kita? Bagaimana cara dia menerima kita apa adanya?  Kadangkala, pertemanan yang sudah dibangun puluhan tahun berujung pengkhianatan. Hubungan asmara yang terjalin belasan tahun berujung perpisahan. Padahal, semakin lama hubungan harusnya semakin mengeratkan intuisi, semakin mengeratkan ikatan hati. Bukannya malah berujung sak...

Pandangan Orang

    Halo, selamat malam, aku menulis blog ini malam hari. Omong-omong sudah lama aku tidak menulis di sini. sebetulnya alasannya sederhana, belum sempat dan belum ingin. Nah, kalau sekarang aku sempat dan aku ingin menulis di sini. Sebetulnya syarat ku untuk memulai menulis cukup ribet, suasana di sekitar harus sepi supaya otak ku tak terdistraksi hal lain, kemudian aku hanya ingin menulis sendiri, dilihatin orang lain termasuk salah satu bentuk distraksi dan aku tidak suka itu. Baiklah, ku mulai saja langkahnya.     Pernah enggak sih, dalam hidup kalian mikir ada yang iri sama kalian karena apa yang kalian lakuin? Aku sih enggak. Aku enggak pernah kepikiran ada orang yang iri karena kemampuan ku, bahkan saking irinya dia sampai diikuti rasa tidak suka. Padahal dibenak ku, kalau ada orang yang suka sama kemampuan kita itu pasti mengagumi, bukannya malah tidak menyukai. Kan, aku jadi ngerasa aneh. Hubungan yang awalnya baik-baik aja, sekarang rasanya aneh. Mending ane...

Bimbang

  Bimbang      Pernah enggak ada dalam situasi di mana kamu bimbang dengan jalan kamu sendiri? Padahal di awal kamu sangat yakin dengan jalan yang kamu buat. Tapi pada akhirnya, saat perlahan kamu mendekati rencana kamu, kamu berpikir, "Apa ini memang benar jalan ku?" yang membuat kamu terombang-ambing bak kapal yang terserang badai di tengah laut. Tiba-tiba kamu mempertanyakan semua hal yang terjadi dalam hidup kamu. Padahal jauh sebelumya kamu sudah berkomitmen pada diri mu sendiri untuk tetap yakin pada langkah yang kamu ambi. Namun pada kenyataannya rencana Tuhan berbeda dengan mu. Kalau sudah seperti itu lantas kamu harus apa? Kamu sudah siap dengan rencana mu tapi belum siap dengan rencana Tuhan yang mengombang-ambing jiwa mu. Meski begitu aku percaya setiap rencana Tuhan akan berakhir baik untuk hambanya. Aku hanya perlu waktu untuk bisa memahami itu. Dan berada dalam posisi ini sungguh membuat ku stress. Aku takut. Aku takut jadi orang tidak berguna di dunia ...

Berani Melangkah

 Halo ....  Tulisan absurd ini buat kamu yang masih diam ditempat, stuck di zona nyaman kamu. Iya, kamu yang enggan beranjak dari hidup kamu sekarang ini.  Zona hidup kamu sekarang tuh, apa sih? Senang? Sedih? Gelisah? Atau ... sedang diselimuti kebimbangan?  Yap! Tidak seharusnya kamu selalu stuck ditempat kamu berdiri. Ada masanya kamu harus mengambil langkah ke depan untuk keluar dari tempat kamu. Tidak harus dengan langkah yang panjang, cukup beberapa centi saja kamu melangkah, artinya kamu sudah berani mengambil perubahan dalam hidup kamu. Kamu berani mengambil segala resiko, kamu berani menerima tantangan baru, dan kamu berani menghadapi dunia baru yang membuat kamu menemukan hal baru. Menurut ku, setiap hari orang itu harus menemukan hal baru dalam hidupnya. Karena dari setiap hal baru, ada pelajaran baru yang buat kita paham dan semakin mencintai diri kita sendiri. Ketakutan saat mengambil resiko memang wajar, tapi bukankah segala sesuatu yang berlebihan tida...