Pandangan Orang
Halo, selamat malam, aku menulis blog ini malam hari. Omong-omong sudah lama aku tidak menulis di sini. sebetulnya alasannya sederhana, belum sempat dan belum ingin. Nah, kalau sekarang aku sempat dan aku ingin menulis di sini. Sebetulnya syarat ku untuk memulai menulis cukup ribet, suasana di sekitar harus sepi supaya otak ku tak terdistraksi hal lain, kemudian aku hanya ingin menulis sendiri, dilihatin orang lain termasuk salah satu bentuk distraksi dan aku tidak suka itu. Baiklah, ku mulai saja langkahnya.
Pernah enggak sih, dalam hidup kalian mikir ada yang iri sama kalian karena apa yang kalian lakuin? Aku sih enggak. Aku enggak pernah kepikiran ada orang yang iri karena kemampuan ku, bahkan saking irinya dia sampai diikuti rasa tidak suka. Padahal dibenak ku, kalau ada orang yang suka sama kemampuan kita itu pasti mengagumi, bukannya malah tidak menyukai. Kan, aku jadi ngerasa aneh. Hubungan yang awalnya baik-baik aja, sekarang rasanya aneh. Mending anehnya karena pernah ada masalah. Inimah ujug-ujug aneh setelah dia bilang, "Aku enggak suka sama kamu, kamu itu pinter, public speakingnya bagus, udah bisa ngehasilin duit, bisa nulis cerita, aktif, terkenal, bisa memimpin, dll, kek wah... paket komplit."
Aku menanggapi kalimat itu dengan tertawa, karena ku pikir dia bercanda. Tapi setelah ku perhatikan sorot matanya dia mengatakan hal sesungguhnya. Dia tidak menyukai ku karena kemampuan ku. Setelah itu aku menyadari hubungan aneh yang terjadi. Meski kami terlihat baik-baik saja dengan tertawa bersama, jauh dari dalam hatinya terselip rasa tidak suka dan jauh dari dalam hati ku terselip rasa tidak nyaman nan aneh. Sempat terlintas dalam benak ku, apa aku harus mengubah diri ku supaya rasanya enggak aneh? Tapi itu hal paling bodoh yang dilakukan. Aku memilih untuk melupakan perkataannya tempo lalu demi mengusir rasa aneh yang menerjang dada. Toh, aku yakin dia tak sepenuhnya tidak suka. Buktinya beberapa ucapan ku dia terima dan lakukan, hal yang ku lakukan dia lakukan juga, artinya dia terinspirasi oleh ku, kan?
Aku tidak masalah dengan perasaan aneh ini. Aku hanya ingin hubungan ku dengannya terus membaik. Barangkali suatu saat dia benar-benar mengagumi. Lagian, enggak semua orang suka dengan kemampuan kita, beberapa ada juga yang tidak suka. Dan cara orang mengekspresikannya itu berbeda. Mungkin karakter ku berbeda dalam cerita kehidupannya. Dan, aku yakin tak hanya aku yang pernah merasakan ini. Aku curhat ke teman ku, katanya dia juga merasakannya. Dan perasaan aneh itu juga dia rasain. Kami mengambil langkah sama, mencoba mempertahankan meski terasa aneh. Tapi nasib teman ku itu sedikit kurang beruntung, dia jauh dengan orang yang iri padanya, padahal tak ada masalah serius, padahal bukan itu yang diinginkan. Dan aku enggak mau, hubungan ku dengannya akan berakhir sama.
Kalau ada diposisi ku kalian akan bertindak bagaimana?
Senin, 12 September 2022.
Lee Siara.
Komentar
Posting Komentar