Whats ur life?

Orang dewasa kerap kali ditakutkan oleh banyak hal, takut enggak bisa, takut gagal, takut enggak percaya diri, takut ketinggalan, dan berbagai macam takut lainnya. Padahal sewaktu kecil, kita ingin sekali cepat dewasa agar semuanya bisa kita lakukan sendiri. Tapi pada kenyataannya, dewasa tidak bisa sendiri, dewasa butuh teman untuk melangkah terus ke depan mecapai impian. Mau anak-anak, remaja, dewasa, orangtua, hingga lansia pun mereka tidak bisa benar-benar melakukannya sendiri. Kita butuh orang lain untuk hidup, pundak kita tidak sekuat yang kita kira rupanya.

Anak muda jaman sekarang sudah punya planning massal untuk masa depan mereka. Usia 20 harus udah punya investasi, usia 25 harus udah nikah, usia 30 harus udah punya anak, dan lainnya. Sehingga kerap kali kita ditakutkan oleh pagi yang menagih akan janji itu. Dan kita berlomba, siapa yang lebih dulu sukses, siapa yang lebih dulu hidupnya enak, siapa yang lebih dulu memenuhi semua ekspektasi hidupnya. Dan saat itu kita lupa pada diri kita sendiri yang menjalaninya. Kita berambisi untuk hal itu, lalu kita lupa proses yang kita jalani seperti apa. Kita terlalu fokus pada tujuan, sampai lupa dengan taktik proses kita. Kita sampai tidak mengenali diri kita maunya apa, harus bagaimana, lebih baik seperti apa. 

Jangan pernah takut ketinggalan. Jangan pernah untuk takut gagal. Jangan pernah takut mencoba. Takutlah saat kamu tidak melakukan apapun. Kita ngelihat teman kita udah sukses, udah lebih dulu kerja, udah lebih dulu nikah, lebih dulu punya anak, lalu kita malu serta gengsi hingga berambisi untuk bisa menyusul mereka. I pikir... ketika kita melihat kesuksesan orang lain lalu ada ambisi untuk jadi seperti mereka itu bagus, dalam diri kita ada pacuan untuk hidup lebih baik. Tapi satu hal, jangan lupa pada diri kita sendiri yang maunya apa. Hidup untuk memenuhi kebutuhan kita, bukan kebutuhan asumsi, spekulasi, omongan, atau nyinyiran orang lain. Jangan bahagiakan orang lain dengan bisa menggunjing kita, tapi bahagiakan mereka dengan pencapaian kita sendiri.

Sebenarnya tidak ada standarisasi kamu sukses usia 20, nikah 25, atau punya anak 30, atau yang lainnya. Itu hanya ucapan yang dilontarkan banyak mulut lalu tanpa sadar kita jadikan itu sebagai standarisasi. Memangnya kalau usia 20 kita belum investasi itu kita gagal? Kalau usia 25 kita belum nikah kita gagal? Usia 30 belum punya anak kita gagal? Teman... Tuhan membawa kita sampai sejauh ini bukan untuk gagal. Berkompetisilah dengan diri kita, taklukan yang menjadi takut kita, dan naik hingga terbang mengelilingi pelangi. 

Nikmati prosesnya, jangan buru-buru, selagi kita usaha, percaya, yakin, optimis, pasti ada jalan.

Selasa, 13 Juni 2023.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TENTANG MEREKA

Salahkah bila kita menyerah?

Buruk Rupa