Twins Angel
Anyyeong ... ketemu lagi sama gue Siara di blog ini. Semoga, kalian enggak bosen ya bacain blog gue terus. Eh, kok pakainya gue, biasanya, kan, aku-kamu? Hahaha, iya jadi gue menyesuaikan dengan cerita yang mau dibawakan. Dan kali ini ceritanya tentang cerita temen gue yang punya sepupu. Dan menurut gue, cerita temen gue itu tentang sepupunya sangatlah lucu dan menarik. Makanya, gue bagi itu bersama kalian. Oke, langsung saja.
Jadi gue punya temen, namanya Lala. Suatu ketika, saat gue datang ke sanggar Pramuka gue cerita tentang bagaimana susan senangnya menjadi seorang anak pertama sekaligus kakak. Di sana juga selain Lala, ada Sulis juga Yani. Mereka berdua menceritakan susah senangnya menjadi anak bungsu. Gimana sesaknya saat ditinggal sang kakak menikah dan gimana senengnya saat dapat duit dari kakak. Dan ketika si Lala cerita, dia bilang seperti ini, "Lah, lo semua enggak tahu aja kalau gue punya kakak sepupu kembar yang nyebelinnya minta ampun!"
"Kenapa? Sepupu lo ganteng, tauk. Bagi nomornya dong, La," kata Yani.
Lala menunjukkan ekspresi muak. "Astaga, kalau kata gue mah dia itu nyebelin. Gantengnya doang, tapi duit enggak punya. Gue enggak habis pikir, gimana nanti kalau dia punya cewek. Mau dikasih apa ceweknya?"
"Emangnya kenapa?" kataku.
"Bayangin aja, jalan-jalan ke Imkot patungan. Padahal dia sendiri yang ngajak."
Mendengarnya membuat kami bertiga tertawa.
"Patungan? Kok bisa?"
"Dia itu, beneran enggak modal. Lo tahu? Gue ke Imkot bawa duit 50 ribu, lah dia? Cuma bawa 20 ribu. Buat beli apa coba? Dan parahnya, pas sampai di sana dia minta beli minum. Gue bilang, 'A, beli latte aja yang murah' eh, dianya ngotot mau beli americano. Lo tahu, kan, americano itu harganya mahal, 30 ribuan. Akhirnya gue nurut. Eh, ternyata dia bilang gini, 'La, beli americanonya patungan dong. Aa 10 ribu, nih'."
Baru cerita sampai segitu saja, gue, Yani, dan Sulis tergelak tawa. Wajah Lala menunjukkan bahwa dia sangat tertekan dengan peristiwa itu.
"Gue yang banyak patungannya, dia yang banyak habisin americano nya. Gila, kan? Nyebelin banget."
"Hahaha, tapi dia ganteng, La," kata Yani.
"Ganteng apanya? Enggak habis pikir kalau dia ngajak cewek jalan, bakalan patungan enggak."
Kami masih tertawa.
"Hahaha, terus kalau diajak ke Imkot lagi, lo patungan lagi?"
Lala mengelus dada. "Jangan tanya, gue yang modalin dia ... beli bensin, ngisi angin ban, tambal ban, makan, semuanya gue yang modalin. Dia kere banget jadi cowok!" Lala berkata sambil menepuk keras dadanya, menunjukkan bahwa dia sangat tertekan dengan itu.
Dan kami tentu saja tertawa terbahak-bahak mendengarnya.
"Waktu gue SMP, gue dijemput dia pulangnya. Terus pas pulang ban motornya kempes, dia bilang, 'La, ngisi angin ban 2 ribu'. Gila, kan?"
"Ya ampun, dia beneran enggak modal, banget," kata Sulis.
"Tapi dia ganteng," kata Yani membuat Lala menunjukkan ekspresi ingin muntah. Dia benar-benar muak bila ada yang menyebut kembarannya si Andra dan Andri.
"Kalian tahu enggak, kembarannya si Andri. Dia itu, sejulid-julidnya orang, dia paling julid. Beneran nakaaalll, banget. Sampai keluarga besarnya, udah capek ngurusin dia."
"Kok gitu?"
"Bayangin, waktu banjir tahun 2014. Dia jebur di kali, gila enggak? Sampe disusulin terus dia dimarahin habis-habisan sama keluarga besar. Tapi di situ juga gue puas, karena dia kena omelan."
Mandi di kali ketika banjir? Gue enggak habis pikir dengan sepupu kembarnya si Lala.
"Waktu itu pernah dia mabuk, dia tepar saat gue bukain pintu. Dia ngasih isyarat ke gue, katanya gini, 'La, gue habis minum, enak banget' sambil kayak orang lagi minum, tuh. Nyebelin banget, kan? Gue harap sih dia sekarat saat itu. Dan ya, keluarga besarnya ngomelin dia lagi. Dia dipaksa minum susu beruang supaya ngeluarin alkoholnya. Mampus gue bilang saat itu!"
Kami masih tertawa.
"Jadi, sepupu lo satunya ngeselin, satunya julid?"
"Dua-duanya begitu. Gue capek lihat mereka."
"Gitu-gitu juga lo masih tetap sayang, kan?"
"Ya gitu deh, mana mungkin gue benci. Kalau kesel, sih, iya."
Kami masih terus tertawa mendengar banyaknya keluhan Lala yang tidak terutarakan itu. Sepertinya ini adalah satu-satunya kesempatan dimana dia bisa mengutarakan kekesalannya.
Apapun yang terjadi, bagaimanapun itu, pada dasarnya mereka masih memiliki darah yang sama. Usia mereka hanya terpaut tiga tahun. Dan cara seseorang memberikan rasa sayang berbeda, mungkin seperti itulah rasa sayang yang ditunjukkan Lala dan kedua sepupu kembarnya. Mereka pada dasarnya, memiliki ikatan cinta. Mau seberapa kesalnya pun, titik awalnya akan kembali ke cinta dan sayang.
Jumat, 05 November 2021.
Siara.
Komentar
Posting Komentar