Human Mind
Semakin ke sini mata kita semakin terbuka untuk melihat seperti apa dunia. Dunia yang kita kira hanya ada hal bahagia nyatanya dipenuhi berbagai macam hal pahit. Kenapa sih, orang selalu mikir kalau dirinya selalu benar? Selalu mikir segala ucapan dan tindakannya selalu benar? Oke, lebih tepatnya sih pertanyaannya seperti ini, kenapa orang tidak pernah memikirkan perasaan orang lain? Kenapa tidak bisa untuk mengerti? Berpikir dua kali bisa tidak? Mungkin melakukan sesuatu tanpa berpikir ribuan kali, tidak pernah dilakukan sekelompok orang tertentu. Mereka yang selalu menganggap segala hal yang mereka pikir benar sebenarnya sedang menjerumuskan mereka sendiri ke dalam lingkaran api.
Mereka mengatakan hal buruk tentang orang lain, padahal mereka juga berlakon sama. Mereka merasa paling tersakiti, padahal mereka yang menyakiti. Mereka yang kekeh ingin sesuatu hal tapi tidak ada pergerakan. Mereka yang berkata demikian pada akhirnya berlakon demikian berbeda. Mereka yang tidak memikirkan perasaan orang lain tapi ingin dipikirkan orang lain. Mereka yang tidak tahu kata maaf, tolong, dan terima kasih tapi ingin dihormati. Mereka yang repot memikirkan pekerjaan orang lain padahal pekerjaan sendiri belum benar. Bagaimana menghadapinya?
Orang-orang yang jarang mengevaluasi diri mereka akan selalu stuck di tempat. Meski sudah lari jauh, pada akhirnya akan tetap kembali ke titik awal. Apa susah ya untuk berdamai dengan diri sendiri? Menyadari siapa kita, di mana kita, dan sedang apa. Apa susah untuk memahami pula? Setidaknya hidup kita akan lebih baik dengan itu, hidup kita bermakna untuk orang lain, ada sensasi yang berbeda ketika kita hidup untuk orang lain.
Jangan berhenti untuk berbuat baik, yang penting baik, segala halnya harus baik, apapun itu. Kehidupan setiap orang berbeda, pun dengan apa yang mereka punya. Mereka tidak memiliki apa yang kita punya, pun sebaliknya.
So, hidup seadanya saja. Jangan pikirkan kehidupan orang lain, fokus pada kehidupan sendiri. Kejar apa yang ingin diraih, berhenti sejenak bila lelah, lalu kembalilah mengejar sedikit lebih cepat. Yang perlu kita tanamkan dalam kepala dan hati adalah, kita tidak pernah sendiri. Kita punya yang menciptakan kita, kita punya diri kita sendiri, kita punya keluarga, kita punya teman, dan segala hal yang kita punya harus kita ingat. Apa yang kita punya tak akan pernah dimiliki orang lain, yang kita punya akan selalu milik kita. Bahkan sejauh mana kita pergi, apa yang kita punya tak akan pernah lepas.
3 April 2021
Lee Siara
Komentar
Posting Komentar