Kepercayaan
Salah satu hal yang aku yakini dalam dunia ini adalah semua orang itu munafik. Mereka selalu berkata kalau mereka sanggup menjalankannya padahal dalam realita tidak sama sekali. Mereka yang bercita-cita, berekspektasi tinggi, dan merencakan hal besar rupanya mereka sedang dibohongi oleh dunia yang mereka jalani sendiri. Hal baik yang menimpa kita merupakan kamuflase dari keburukan. Pun kebalikannya.
Mereka tidak sadar kalau rupanya dunia yang mereka jejaki tidak seindah di kepala. Dalam dunia ini, semua orang hidup dalam kedok yang diperankan masing-masing. Kenapa enggak milih buat sadar realita, bukannya orang yang sadar pada kenyataan hidup dan menikmatinya merupakan bentuk seseorang yang bersyukur? Menginginkan hal tinggi artinya menuntut kita untuk lebih baik. Yang artinya pula, itu menyiksa diri kita sendiri sampai akhirnya jatuh pada kalimat bunuh diri. Yang dimaksud bukan bunuh diri dengan menghilangkan nyawa, tapi bunuh diri dengan menghilangkan perasaan dan pikiran yang pernah ada sebelumnya.
Dalam suatu kondisi yang mencekam, orang-orang akan memikirkan dirinya sendiri ketimbang orang lain. Itu hal yang wajar terjadi, harusnya paham kalau sikap egois tidak akan pernah hilang dari diri manusia. Patutnya kita harus bisa berdamai dengan segala peran egois manusia. Harus mengenal tiap kedok apa yang mereka gunakan untuk tampil di depan kita. Jadi karena itu, aku tidak pernah percaya pada segala hal. Aku lebih suka tindakan yang pasti daripada kalimat yang pasti. Lebih baik bertindak dulu baru berkata. Karena perkataan yang keluar akan jauh lebih berbobot.
Satu hal yang harus kita genggam kuat, jangan pernah remehkan orang lain. Karena kita belum tentu tahu apakah dia sebetulnya singa yang tengah tidur atau seekor keledai. Sekecil nyamuk pun, kamu tidak bisa apa-apa saat dia menyemprotkan racun ke tubuh mu.
13 Februari 2022
Lee Siara
Komentar
Posting Komentar