Lonely

 Selamat siang, gue menulis blog ini tepat siang hari setelah gue pulang kegiatan sekolah. Biasanya sih gue pulang itu sore sampai mau magrib. Tapi untuk seminggu ke belakang sampe sekarang gue selalu pulang jam 4 sore, padahal waktu semester lalu jam segitu gue masih betah di sekolah. Dan entah kenapa, rasanya sekarang pengennya tuh pulang aja.


Gue pernah doa waktu semester lalu kalau gue mau pulang kayak anak-anak lain dijam normal. Dan setelah terkabul sekarang rasanya gue menyesal. Karena mau di rumah atau sekolah pun itu sama aja, suasanya enggak jauh beda. Selalu sepi, sunyi, tenang. Meski itu yang dulu gue pengenin saat masa-masa sibuk gue. 


Inget kan tulisan gue yang bilang kalau kita ini harus menikmati hidup apapun itu, harus biarin hidup ngalir gitu aja kayak air. Dan sekarang gue lagi biarin hidup gue ngalir gitu aja dengan tenang. Tenang tanpa ada penghalang. Tapi sebetulnya yang jadi penghalang itu yang buat ketenangan terasa lengkap. Karena enggak akan ada tenang kalau enggak ada berisik, pun sebaliknya. Waktu itu gue maksa pengen cepet dikabulin biar gue bisa bebas dari sibuk gue, pulang dijam normal sampai apapun itu gue lakuin secara maksa. Dan di situ gue enggak sadar kalau gue enggak nikmati hidup. 


Kalau boleh, gue pengen lebih maksa buat hidup diputar ulang. Biar saat-saat itu gue enggak akan maksa doa jauh dari kesibukan, gue akan maksa kalau masa-masa itu harusnya diberi waktu yang lebih lama. Gue nyesel karena dulu enggak nikmati masa-masa sama mereka. Dan saat mereka enggak ada dalam hidup gue, gue baru merasa beneran sendiri. Gue yang setiap hari selalu sama mereka, tiap hari ribut sama mereka, tiap hari ketawa dan nangis sama mereka, dan sekarang gue mau lakuin itu sama siapa? 


Tapi gue enggak mungkin biarin mereka tetap sama gue. Mereka juga punya impian dan mereka harus lakuin itu buat impian mereka. Yang gue sesalkan cuma itu, saat di mana bersama mereka gue enggak nikmati. Meski saat itu melakukannya bersama, gue enggak sadar kalau suatu saat mereka pasti akan jauh. Gue cuma belum bisa lepas gitu aja, masih proses. Tapi yang bikin nyesek itu prosesnya. 


Dan sekarang gue terlihat menyedihkan dengan bersikap seperti ini. Tapi mau gimana lagi, perasaan gue enggak bisa ditepis. Setiap hari gue sebetulnya sedih, cuma gue selalu cari cara supaya enggak sedih. Dan bener ya, sesuatu yang maksa itu enggak baik. Ini buat pelajaran kalian aja, apapun itu jangan pernah memaksakan sesuatu. Karena sesuatu itu pasti akan terjadi entah sekarang, tertunda, ataupun nanti. 


I'm waiting for you comeback because I'm lonely:(


Miss U




15 Januari 2022


Lee Siara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TENTANG MEREKA

Salahkah bila kita menyerah?

Buruk Rupa