Beautifful pain
Kebahagiaan selalu didefinisikan dengan rasa senang, rasa bahagia, tertawa sampai lepas, atau tersenyum dengan lebar. Bahagia artinya kita tidak memiliki beban apapun, tidak memikirkan apapun selain kebahagiaan di depan mata. Rasanya, dunia begitu indah, begitu berwarna, dunia seolah hanya milik kita sebagai orang bahagia. Setiap momen kebahagiaan sepertinya tidak ingin terlewatkan. Kata orang, menulis cerita atau mengambil gambar bisa mengabadikan suatu kejadian. Kita bisa mengenangnya, bertahun-tahun kemudian.
Tapi bagaimana dengan kebahagiaan yang didefinisikan sebagai kesedihan, luka, dan tekanan? Orang mengaku bahagia meskipun terlihat jelas beban di matanya. Ya, dia bahagia dengan beban itu. Dia mencintai beban itu. Ada banyak pilihan di depannya untuk menghilangkan beban itu, gara-gara instan yang seperti itu tidak dia pilih. Memilih untuk tetap memikulnya, memendamnya, dan berusaha kuat. Tidak, bukan menjadi orang yang sok hebat. Dia memang hebat, bisa mendefinisikan kebahagiaan sebagai kesedihan, luka, dan tekanan.
Waktu kecil, pernahkan kamu terjatuh dari sepeda ketika asyik balapan dengan teman? Lututmu terluka, tapi anehnya kamu tidak menangis. Kamu justru tertawa tergelak bersama dengan teman. Menertawakan kebodohanmu itu. Kamu sama sekali tidak masalah dengan luka di lututmu, mau parah atau tidak kamu tetap bahagia karena itu. Karena apa yang kamu rasakan adalah kebahagiaan. Kamu tidak bisa marah pada teman karena hal itu, itu salahmu yang terjatuh, bukan salah mereka. Kamu yang lebih dulu mentertawakan dirimu, sehingga mereka kira kamu baik-baik saja.
Orang-orang yang seperti itu adalah orang-orang yang hebat. Bukan sok hebat, apalagi menjadi sok hebat. Kepribadian yang dimilikinya, begitu kuat. Dia selalu percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja, meskipun dia tidak tahu kapan itu. Kepercayaan adalah prinsipnya.
See you, happy Tuesday ✨
Selasa, 12 Oktober 2021
Komentar
Posting Komentar